Showing posts with label manajemen uang. Show all posts
Showing posts with label manajemen uang. Show all posts

Wednesday, September 23, 2015

Kiat bertahan pada saat Dollar Naik



Tidak terelakkan dollar sudah naik hingga sampai 14.000 dan tidak ada jaminan akan dollar yang turun kembali. Naiknya dollar bukan tidak akan terhenti di kisaran 15.000 melainkan akan bisa meningkat lagi sampai 15.000 atau bisa lebih buruk lagi.
Akibat dollar meningkat, nilai rupiah turun yang menyebabkan kita harus membayar lebih daripada sebelumnya. Anehnya lagi kita tidak merasakan  kenaikan barang-barang pertanian yang pada saat krisis 1998 justru  harganya meningkat. Mungkin menurunnya rupiah tidak bisa dinikmati oleh mereka pada saat ini. 

Kalau kita harus membuat beberapa pengaturan keuangan kita
1. Memperketat Pengeluaran
Kita harus membeli yang kita perlukan saja. Ingat pada bab kebutuhan versus Keinginan. Kalau keinginan kita tidak mempunyai batas.
2. Menghentikan pembelian barang bersifat konsumtif. Kalau kita membeli radio untuk mendengarkan pelajaran its ok karena hal itu adalah suatu yang produktif. Kita bisa mendapatkan pengetahuan baru melalui radio kita tersebut. Tetapi kalau cuma untuk mendengar musik maka itu menjadi suatu keinginan saja.
3. Merubah gaya hidup (Lifestyle)
Kalau kita selalu mengikuti gaya maka kita akan tekor terus mengikuti gaya hidup kita. Kita harus mengurangi pengeluaran ke mall yang sering menghabiskan uang yang banyak.
4.Menggunakan hemat energi, air dan gas
Kita bisa menggunakan lampu hemat energi untuk menekan pembayaran listrik. Berhemat air dengan menggunakan air dua kali. Misalnya, air cuci piring atau bilasan kita bisa gunakan untuk melap jendela atau untuk menyiram tanaman.   
5. Melunasi hutang
Hutang yang mempunyai bunga maka akan meningkat seiring dengan naiknya nilai dollar. Pelunasan kartu kredit harus segera dilakukan dan kalau bisa kita tinggalkan saja kartu kredit.
6. Menabung
Meski sesempit apapun kita menabung. Kita akan mendapati hasil tabungan akan membantu kita menghadapi krisis. Kita mengalokasikan uang didepan agar kita bisa menabung terlebih.
Kalau kita bisa menghasilkan uang untuk menutupi kekurangan hal itu menjadi lebih baik lagi. Dengan demikian kita tidak perlu mengetatkan ikat pinggang dengan ketat sekali.  Sayangnya, menghasilkan uang di waktu dollar naik bukanlah hal yang mudah juga.

Tuesday, September 15, 2015

Manajemen Penghasilan Tidak Terduga

Siapa yang gak senang kalau mendapatkan penghasilan yang tidak terduga. Kita tentu akan senang kalau menerimanya. Tiba-tiba perusahaan minuman ringan mengirimkan surat bawa kita memenangkan satu kilogram emas. Uang sebesar itu sangat besar sekali dan bisa kita gunakan untuk membeli satu unit mobil mewah.
Bagi yang mempunyai pekerjaan sampingan juga, kadang kita menerima penghasilan yang tidak terduga. Kalau penulis yang honornya dibayar oleh penerbit.Seorang  pedagang atau sales menerima pembayaran atau persenan.Kadang kita menerima uang dari hasil yang tidak terduga.
Kalau menerima penghasilan di luar yang kita duga, yang kita bayangkan adlah kita mentraktir tema-teman. Berbagi rasa syukur dengan teman sah-sah saja. 


Kadang kalau ada sudah obyekan teman-teman memang sudah minta dijanjiin untuk mentraktir. Seperti penulis yang harus berjanji kalau dapat sertifikat dan uangnya sudah keluar.Aku mau saja arena saya pikir untuk uang sertifikat yang pertama saya harus merayakan kemenangan untukmendapatkan sertfikat saya.
Uang ini juga sangat penting bagi kita karena bisa jadi uang ini dapat membantu kita menutupi pengeluaran yang belum tertutupi.Uang ini juga bergua untuk membeli sesuatu yang sudah kita rencakanan terlebih dahulu.Misalnya kita sudah merencanakan untuk membeli sepatu namun kita belum juga membelinya. Mungkin juga kita masih punya hutang. Kalau kita memang hutangnya banyak maka semua uang penghasilan tidak terduga kita alirkan ke hutang kita. Hal ini akan mengurangi beban pengeluaran berupa cicilan hutang dan bunga kita tiap bulannya.Kita juga akan merasa tentram kalau hutang kita terlunasi.
Kalau kita tidak tahu untuk mau kemanakan maka kita bisa menyimpan untuk masa depan. Ini terjadi kalau uang kita memang sangat kelebihan atau kalau kita menerima uang yang dalam jumlah besar tiba-tiba sehingga kita tidak mau kemanakan uang kita.
Saya rasa kita semua dulunya mempunyai keinginan bahkan sebelum uang itu ada. Kita bisa memenuhi dulu kebutuhan kita dan jika memang kita sudah memenuhi kebutuhan kita maka kita tinggal memenuhi keinginan kita. Jangan lupa juga sedekah dari penghasilan yang tidak terduga tersebut.

Baca Juga
Pentingnya Memiliki Asset 
Tips Memilih Perencana Keuangan 
 

Saturday, September 5, 2015

Kenapa Tidak menabung?



Kita sudah mengetahui bahwa menabung mempunyai segudang manfaat bagi para penabungnya. Anehnya banyak orang yang tidak mengetahuinya. Ada juga yang sudah mengetahui manfaat menabung namun belum juga terdorong untuk menabung. Mereka mempunyai alas an tertentu karena tidak bisa menabung. Beberapa alsannya adalah:


1.       Penghasilan Kecil
Bagaiamana mau menabung? Wong penghasilan saja hanya mencukupi untuk makan dan kadang harus berhutang.   Meski penghasilan sekecil apapun kita harus bisa menabung tiap bulannya.Mungkin kalau seribu sebulan mengapa kita tidak mulai dengan hal itu. Jika kita bisa meningkatkan pendapatan maka itu lebih baik lagi. Dengan demikian kita bisa menabung.

2.       Boros
Kalau penyakit ini harus disembuhkan terlebih dahulu borosnya. Ia harus memilah-milah mana yang perlu dan  mana yang Cuma keinginan. Seberapun gaji anda, anda tidak akan bisa menabung. Untuk mengatasi adalah mengurangi pengeluaran yang tidak penting seperti jalan-jalan, makan diluar, beli gadget mewah, pengeluaran hobby dan lain-lain.

3.       Tidak ada niat
Kalau tidak ada niat yah susah sekali. Mereka harus kembali pada jalan yang benar untuk menabung. Mereka harus sisishkan tiap bulannya agar  mengisi . Alasan seperti ini juga sulit sekali dan harus memahami kembali apa maksudnya untukmenabung yang akan member manfaat.

4.       Merasanya Nyaman
Kalau ada anak orang kaya mungkin tidak akan merasakan pernahnya kekurangan uang. Begitu mereka minta uang maka uang ada di hapadapan mereka. Untuk keperluan buku, jajan sekolah, uang transport sudha bisa merekadapatkan.Mereka pikir uang sekolah atau kuliah nantinya bisa dipenuhi oleh orang tua mereka.
Anak ini juga mendapatkan biaya dari saudara-saudara dan familynya. IA tidak pernah berpikiran menabung apalagi jika tanah orangtuanya luas sekali.
Akibatnya uang terus habis dan kadang kalau uang yang lebih mereka tidak tabungkan. Mereka juga tidak meminta untuk menabung.
Mereka harus sadar bahwa kekayaan sementara dan mereka juga harus sada tidak sepuhnya tergantung dari orang tuanya.

5.       Menabung Riba
Kalau kita menabung di bank konvesndional yah jelas riba.Menabung bukan hanya di bank semata.Kita bisa menggunakan celengan untuk mengumpulkan recehan atau kita bisa menaruh uang kertas di lipatan buku. Kalau kita sudah mendapatkan uang banyak bisa kita gunakan untuk beberapa keperluan. Kalau kita mau yang halal kita bisa menyimpan dalam bentuk emas dan asset.

Baca Juga:
 

Friday, September 4, 2015

Menabung Untuk Haji - sedikit demi sedikit menjadi Bukit



Kini sudah tidak aneh lagi, kalau seorang tukang becak naik haji.Pedagang Kecil juga berhaji setelah puluhan tahun menabung uangnya.Orang bilang kalau sudah niat maka aka nada jalan. Bagi penulis buka hanya niat saja sebenarnya.Mereka yang berhaji karena tekad mereka yang membaja dan mereka sanggup untuk mengumpulkan puluhan juta.

Bukan perkara yang mudah bagi orang yang menggumpulkan sepuluh ribu dan 50 ribu dalam beberapa tahun. Kadang kita sering juga memakai uang kita untuk keperluan karena ada saja yang kita butuhkan.Kita kadang harus membayar kursus anak atau perjalanan anak ke tempat-tempat wisata.
Untuk menabung haji kita juga harus merencakan juga. Kita dapat melakukan sendiri dengan membuat suatu tabungan. Yang paling penting adalah kita harus menyimpan tabungan tersebut ke tempat yang aman. Aman berarti juga tidak ada orang yang dapat mengambiluang tabungan kita sendiri.
Kita mulai dari sekarang untuk menyisihkan.Kalau yang mempunyai penghasilan tetap mungkin tidaklah sulit untuk menetapkan berapa yang harus di tabungkan karena penghasilan relative stabil.Kita bisa memperkirakan berapa jumlah tabungan seperti 10% atau 5%.
Bagi yang tidk mmepunyai  penghasilan tetap mungkin agak  sulit terutama kalau peghasilan tidak tetapnya sedikit. Oleh karena itu banyak termasuk peulis yang belum memikirkan untuk menabung untuk haji.
Namun setelah melihat teman yang masih dibawah 40 tahun sudah berhaji, hati inimenjadi ergerak juga. Mengapa saya tidak bisa? Aku mungkin akan mencoba untuk menabung sedikit terlebih dahulu namun aku juga khawatir dengan tingginya tingkat inflasi. Tingkat inflasi sudah menurunkan daya beli kita dan harga rupiah tidak sebanding dengan kenaikan harga barang namun untuk ongkos haji biasanya kenaikannya tidak sedemikian tinggi.

Baca Juga :
Apa itu Perencanaan Keuangan
Pentingnya Memiliki Asset

Wednesday, September 2, 2015

Anti Mainstream Menghadapi Krisis



Krisis Mungkin ada di ambang mata dengan nilai dollar 14000. Pada tingkat ini menjadi candaan di dunia maya karena angkanya seperti call center dari Bank Milik Negara RI atau juga call dari sebuah restoran yang terkenal dan mendunia. Padahal penulis sih sedih juga masa dollar yang naikkita yang menderita.
Kalau sudah krisis kita juga harus mengencangkan ikat pinggang atau menambah lobang dari ikat pinhganyang mengetatkan perut kita. Kalau di banyak artikel keuangan kita harus hemat. Ada yang menyarankan kita untuk makan di rumah saja atau membawa bekel. KAlau bawabekel memang bisa hemat ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Bayangkan saja kalau sehari kita makan 15000 aja berarti setidaknya kita bisa menyimpan 300 ribu rupiah. Itu rata-rata makan dengan nasi padang lauk ayam gulai dengan minuman air putih atau the tawar anget.
Pos lain yang bisa kita hemat adalah hiburan. Kita mengurangi hiburan ke bioskop. Ada yang tidak menoton TV. Kita juga bisa menghemat energy dengan menggunakan lampu hemat energy dan mentup kebocoran dari air
Kalau kita masih bisa berhemat tidak apa-apa.Hitung-hitung kita mengurangi makan diluar sehingga kita makan di dalam dan lebih sehat. Tapi kalau kita tidak bisa menghemat lagi bagaimanayah kita terpaksa meningkatkan pendapatan.
Meningatkan pendapatan mungkin seolah mudah namun perlu perjuangan. Meningkatkan pendapatan tentu lebih sulit namun kita harus lakukan. Kita bisa mencari pekerjaan sampingan sesuadah pekerjaan kita. Kalau yang belum bekerja bagiaman? yah cari pekerjaan sambil mengerjakan pekerjaan sampingan.
Ada beberapa hal yang kita lakukan seperti pekerjaan konsultasi.Pekerajaan ini membutuhkan keahlian tingkat tinggi di bidang tertentu. Kalau konsultan keuangan maka membutuhkan keahlian di bidang keuangan. Saran-saran ahli sangat dibutuhkan untuk menjadi seorang konsultan.