Showing posts with label tabungan. Show all posts
Showing posts with label tabungan. Show all posts

Thursday, December 3, 2015

Mempertimbangkan 4 Hal Sebelum berinvestasi



Berinvestasi adalah sesuatu yang dapat meningkatkan kekayaan kita. Uang yang kita investasikan dapat berlipat atau berkembang karena pengolhan oleh pihak lain yang membutuhkan dana dari investor. Sebagai balas jasa para pengusa akan memberikan pembagian keuntungan.
Tentu saja investasi adalah menguntungkan akan tetapi juga investasi dapat merugikan kita juga. Terkadang seorang yang sudah susah-susah mengumpulkan uang namun investasinya gagal untuk itu kita harus mempertimbangkan kekuatan keuangan kita .
Kalau mau berinvestasi kita harus memikirkan beberapa hal terlebih dahulu. Seperti yang Sefir Senduk ceritakan dalam artikelnya di NOVA 738/XIV. Ada setidaknya empat halyang kita perhatikan dalam berinvestasi:
1.       Memikirkan uang cadangan terlebih dahulu
Setiap keluarga atau invidu seharusnya mempunyai uang cadangan sendiri yang besarya sekiar 6 bulan biaya pengeluaran. Dana cadangan ini akan menutupi jika kita tiba-tiba membutuhkan dana dalam jumlah yang tidk sedikit. Nah,kalau ini saja belum cukup maka kita harus memenuhinya. Jangan kita taruh pad investasi yang tidak pasti .
2.       Investasi pada investasi bebas risiko seperti depsoito untuk menjamin uang. Tetapi saya sih tidak sreg dengan bunga deposito karena yah dilarang atau diharamkan dalam Islam. Mungkin kita bisa saja menyimpan hasil tabungan dalam bentuk emas yang tidak ad ribanya. Hanya saja emas ini berisiko karena emas bisa hilang karena dicuri oleh orang.
3.       BIla penghasilan dari usaha maka tawaran usaha baru berarti juga peluang yang baru. Asal anda bisa mengelola usaha tersbut berarti anda bisa menghasilkan uang yang lebih banyak. Kalau kita mempunyai usaha banyak ada kemungkinan kita akan lebih beruntung sebab jika satu usaha rugi mungkin usaha lain bangkrut.Tetapi tentu saja tidak menutup kemungkinan seluruh usaha kita bisa bangkrut semua.
4.       Penghasilan tidak terduga
Jika anda mendapatkan penghasilan tidak terduga lebih baik untuk kebutuhan terlebih dahulu. Anda juga dapat memenuhi  dana cadangan telebih dahulu. Jangan karena ada penghasilan tidak terduga kita langsung berinvestasi. Kita piker khan dana-dana seperti itu tidak dalam hitungan.

Sunday, November 15, 2015

Perbedaan Investasi dan Tabungan



Sulit sekali untuk membedakan investasi dan tabungan karena kedua-duanya adalah kegiatanmenyisihkan uang untuk keperluan masa depan. Padahal sebenarnya dua kegiatan ini berbeda. Investasi adalah segala kegiatan atau usaha untuk menambah asset sementara tabungan adalah upaya unukmenyisihkan uang demi memenuhi kebutuhan jangka pendek.
Menurut UU 10 tahun 1998, Tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertenu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan atau alat lain yang dipersamakan dengan hal itu.
Fungsi menabung hanya menyiman saja. Hal itu lebih baik daripada menghamburkan uang. Kadang kia sanga membutuhkan uang tiba-tiba karena kebutuhan yang mendadak.  Memang kalau menabung asset berua uang tunai tidaklah berkembang bahkan cenderung berkurang. Jika menabungnya sedikit atau kurang sejuta akan dipotong biaya administrasi bank, biaya kartu atmyang kadang lebih besar dari pendapatan bunga atau bagi hasil kalau menabungnya di bank syariah.
Untuk investasi adalah kegiaan yang menambah asset. Hal ini bisa saja berupa asset keuangan maupun asset nyata (riil). Asset keuangan adalah asset yang berupa surat-surat berharga seperti saham, obligasi, dan lain-lain. Sutat ini dapat menghasilkan uang. Semakin lama disimpan biasanya sura ini akan semakin berharga. Untuk saham, tiap tahunnya akan mendapatkan dividen. Kadang si investor menggunakan dividen ini unuk membeli saham kembali agar untung yang didapat lebih banyak.
Investasi jarang sekali digunakan untuk jangka pendek melainkan diperunukkan untuk jangka panjang. Oleh karena itu mereka menggunakan invesasi untuk kebutuhan 5 tahun atau 10 tahun mendatang atau bahkan lebih jauh lagi seperti biaya sekolah anak, membeli rumah atau membeli kendaraan. Mereka tida akan mengambiluang sebelum tujuan tersebut tercapai.

Monday, September 21, 2015

Menabung Tanpa Tujuan



Mungkinkah ada yang menabung tanpa tujuan? Yah,mungkin saja.Mereka menyadari bahwa tabungan itu berguna sehingga mereka menabung hanya saja mereka tidak mengetahui untuk apa tabungan mereka. Mereka hanya mengumpulkan recehan-recehan tersebut di suatu tempat.
Tidak mungkin ada yang mendrong orang untuk berbuat selain ada dorongan. Mereka mau menyimpan karena menabung itu berguna. Sayangnya mereka tidak bisa menetapkan tujuan karena bisa jadi mereka mempunyai penghasilan yang besar sekali. Tidak seperti orang yang kekurangan pasti mereka menabung untuk menutupi pengeluaran yang tidak terduga atau istilah kerennnya emergency fund.  
Meski kita memiliki segalanya, tidak adasalahnya kita juga harus mempunyai tujuan untuk menabung. Kalau kita tidak mempunyai tujuan kita tidak akan bersemangat dalam memgumpulkan uang atau menabung. Mereka piker tidak ada yang dikejar sehingga mereka bisa berjalan santai . Kalau mereka sudah menetapkan target maka mereka akan buru-buru untuk mengejar target. 

Setiap orang pasti mempunyai tujuan yang harus mereka wujudkan. Kita mulai dari pengeluaran kita. Kalau kita sudah bisa untuk memenuhi kebutuhan kita maka kita bisa beranjak pada hal yang lain . Kita membutuhkan pendidikan dan saat ini pendidikan sangat mahal sekali terutama pendidikan yang berkualitas. Kalau  kita hanya mengandalkan penghasilanmaka kita tidak akan mampu menjangkaunya.
Kalau tanpa tujuan, kita akan terlena untuk tidak menyimpan uang. Kita merasa bahwa uang ratusan juta saja atau milyaran sudah mencukupi kehidupan hingga pension. Tidak ada usaha yag kita lakukan lagi selain duduk saja. Padahal uang yang banyak tidak akan menjamin kehidupan kita masa depannya. Uang mudah sekali terkena imbas dari inflasi. Kalau inflasi terjadi nilai uang bisa turun bahan bisa berkali-kali lipat.
Penting bagi kita untuk membuat uang-uang tersebut menadi penghasil uang yang baru. Uang dalam bentuk modal usaha akan menghasilkan uang yang baru lagi dan uangnya akan bertahan.usaha memang berisiko yang berarti akan menghasbikan uang anda tapi kalau tidak berusaha juga uang akan habis terkikis oleh inflasi yang tinggi.  

Anti Mainstream Hadapi Krisis
8 Ide Mencari Penghasilan Sampingan 

Sunday, September 13, 2015

Menyimpan untuk dana cadangan



Jika kita sudah menyiapkan anggaran untuk belanja kehidupan sehari-hari. Kita sudah menghitung berapa untuk makanan. Kita juga menempatkan pos uang untuk pakaian  yang kita beli untuk tiga bulan sekali. Hanya saja terkadang ,harga-harga naik. Terlebih keadaan perekonomian yang sudah tidak menentu ini. Harga ayam bisa naik kalau lebaran dan kadang petani tidak panen harganya juga meningkat.
Kalau kita tetapbelanja dengan kuantitas yang sama maka, penulis yakin maka jumlah uang belanja akan meningkat. Sementara pendapatan tidak meningkat sama sekali. Kalau demikian kita harus menggunakan uang cadangan kita atau tabungan kita. Kita bisa menutupi pengeluaran tersebut.
Seringkali terjadi bahwa pengeluaran meningkat. Hal ini karena kita baru membuat anggaran sehingga kita tidak mengantisipasi adanya perubahan pad auang belanja kita. Kalau kita bisa memperkirakan kenaikan dan biasa mencatat maka hal ini tidak terjadi. 

Tetapi meski kita ahli dalam menghitung dan memperkirakan pengeluaran, kita tidak akan bisa memperkirakan pengeluaran yang keluar. Contohnya kalau anak sakit maka siapa yang bisa memperkirakan anak sakit.  Kita tidak tahu dan meperkirakan anak kita sakit. Maunya khan anak kita selalu sehat. Kita jaga dengan makanan-makanan yang bergizi dan bervitamin. Kita menjaganya dari kepanasan dan kedinginan namun tetap saja kita terserang sakit. Untuk itulah ada dana cadangan yang kita perlukan.  
Dana cadangan ini berasal dari uang lebih kita. Kalau kita mendapatkan bonus, tips,  atau penghasilan dari tempat lain maka kita dapat menyimpannya sebagai dana cadangan. Dana cadangan ini besarannya enam kali pengeluaran rutin kita. Misalnya kalau sebulan kita menghabiskan tiga juta berarti dana cadangannya besaran sekitar 18 jutaan.
Kalau kita bisa menghemat dari bayaran listrik atau air, kita bisa masukkan uangnya ke dalam dana cadangan. Jangan lupa juga kembalian dari pasar atau supermarket mungkin bisa membantu anda untuk menumpuk dana cadangan
Kita niatkan menabung tiap bulannya untuk dana cadangan ini. Jangan sampai uang yang dana cadangan ini habis karena akan menganggu kestabilan keuangan kita.
Kalau kita menggunakan uang ini maka kita harus mengisinya terus karena kalau kita gunakan terus maka kita akan kehabisan cadangan.

Baca Juga:
Kenapa Tidak Menabung
6 Kesalahan Mengatur Anggaran Rumah Tangga