Wednesday, December 11, 2013

Untuk Siapa Perencanaan Keuangan

Setelah menulis mengenai perencanaan keuangan, kita mungkin berfikir apakah kita sendiri harus mempunyai perencanaan keuangan? Kita mungkin memandang perencanaan belumlah perlu karena kita pikir kita bisa berjalan dengan sendirinya. Yang penting kalau kita punya uang kita jangan habiskan tetapi kita simpan, takut suatu saat kita membutuhkannya. Lebih baik kita menggunakan tabungan sendiri daripada kita menyimpan.
Cara diatas memang baik sekali namun akan menjadi lebih baik jika kita menggunakan perencanaan keuangan. Dengan ada perencanaan keuangan kita bisa lebih terarah sampai pada detail tujuan kita. Jadi kita menyimpan uang bukan hanya menyimpan uang saja karena jika menyimpan saja hal itu sama sekali tidak berguna (Bahasan mengenai simpanan akan dibahas pada episode berikutnya).
Jangan berpikir bahwa orang miskin atau yang tidak punya banyak uang tidak boleh mempunyai perencanaan keuangan. Mereka seharusnya yang lebih baik dalam merencanakan keuangan karena uang mereka sangat terbatas sekali. Seorang yang miskin harus lebih berkreatif dengan uang yang sedikit sekali bisa memenuhi pangan. Mereka juga harus membagi untuk cicilan rumah atau biaya kontrak. Pada penghasilan yang minimal,keuangan mereka sangat rentan, kalau sedikit saja mereka lengah atau boros mereka akan mengalami kekurangan uang.
Ada kalanya orang yang memiliki penghasilan kecil dapat membuat uang tersebut berguna. Mereka menyisihkan seratus ribu sebulan untuk berusaha pada dagang kecil-kecilan.Lama kelamaan mereka bisa membuat toko yang mempunyai omset sejuta sehari atau untung 3 juta perbulan. Sebaliknya seorang yang dapat menyimpan seratus juta namun tidak menghasilkan uang sebanyak tiga juta. Bunga Bank yang hanya setengah persen sebulan hanya menghasilkan  setengah juta atau lima ratus ribu rupiah perbulan. Bahkan nilai ini jauh dibawah UMP DKI Jakarta. Tentu saja orang tersebut lebih bisa menghasilkan uang lebih banyakketimbang yang mempunyai ratusan juta.
Dengan adanya perencanaan keuangan juga membuat orang yang berpenghasilan pas-pasan mampu memenuhi cita-citanya. Sumberdaya mereka arahkan pada cita-cita mereka. Contoh jika ingin menjadi dokter maka harus mengumpulkan uang yang banyak karena sekolah dokter membutuhkan biaya yang tidak sedikit bisa mencapai 400 – 500 juta rupiah.     
Bagi orang kaya mungkin, perencanaan keuangan tidak mereka perlukan; toh, selama ini mereka bisa mengambil uang kapan saja mereka mau. Tentu alasan ini tidak benar. Seorang yang kaya belum tentu selamanya kaya. Mereka bisa saja tergelincir dalam kemiskinan. JIka mereka selalu hidup boros maka mereka akan menjadi melarat. Kadang mereka yang kaya hanya mementingkan keinginan hidup mereka yang harus selalu dipenuhi sehingga mereka tidak dapat menyimpan apa-apa. Mereka sebenarnya cukup untuk membiayai anaknya sekolah hanya karena mementingkan mobil, maka orangtua tersebut tidak bisa menyekolahkan anaknya.
Singkatnya sebuah perencanaan keuangan dibutuhkan oleh siapa saja baik miskin maupun kaya, tua maupun muda, single maupun sudah menikah. Hanya saja tiap orang mempunyai perencanaan keuangan yang berbeda. 

No comments:

Post a Comment